Mencuat lagi Wacana Redenominasi Rp1.000 jadi Rp1, Ini Alasannya

- Selasa, 21 Maret 2023 | 08:50 WIB
Ilustrasi Redenominasi Rupiah (Istimewa)
Ilustrasi Redenominasi Rupiah (Istimewa)

 

 

 

Osingpedia.com - Wacana redenominasi rupiah atau penghapusan nol telah berkembang sejak lama.

Namun hingga saat ini, Rancangan Undang-Undang (RUU) Redenominasi Rupiah belum ada kelanjutannya. 

Padahal, RUU Redenominasi Rupiah telah dimasukkan dalam jangka menengah oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dan ditetapkan dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 77/PMK.01/2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Keuangan Tahun 2020-2024.

Kepala Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia (BI) Marlison Hakim mengungkap redenominasi merupakan wilayah pemerintah. Dalam hal ini BI hanya mengikuti.

"Kami BI siap mengikuti keputusan oleh pemerintah dalam hal ini," kata Marlison saat ditemui di Peluncuran SERAMBI 2023, Kamis (20/3/2023).

 Baca Juga: Berikut Dampak Plus Minus jika Pemerintah jadi Blokir ChatGPT di Indonesia

Baca Juga: Waduh! Banyak WNA buat Kampung Tertutup dan Eksklusif di Ubud Bali

Marlinson sendiri mengaku belum mendengar mengenai pembicaraan lebih lanjut. Namun demikian, BI akan selalu siap jika sudah diminta pemerintah.

Sebelumnya, Sri Mulyani memaparkan setidaknya ada dua alasan mengapa penyederhanaan nilai mata uang harus dilakukan.

Pertama, untuk menimbulkan efisiensi berupa percepatan waktu transaksi, berkurangnya resiko human error, dan efisiensi pencantuman harga barang/jasa karena sederhananya jumlah digit rupiah.

Kedua, untuk menyederhanakan sistem transaksi, akuntansi dan pelaporan APBN karena tidak banyaknya atau berkurangnya jumlah digit rupiah.

Halaman:

Editor: Yudha Eka Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X